Berita  

Kabut Asap kibat Karhutla Sudah Berdampak

karhutla di Kalimantan

Semarangkita.id – Menurut Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) saat ini kualitas udara di wilayah Kalimantan Selatan telah menyentuh kategori berbahaya per Rabu pagi (19/8).

Kepala Stasiun Klimatologi Kelas 1 BMKG Kalses Klaus Johannes Apoh Damanik mengatakan, konsentrasi PM25 di Banjarbaru misalnya, telah mencapai 389,4 mikrogram per meter kubik pada pukul 07.00 WITA, jauh melebihi ambang batas kategori berbahaya yakni 250,5 mikrogram per meter kubik.

Di Kota Palangkaraya, Kalimantan Tengah, Pemerintah setempat membagikan 2.500 masker kepada pengguna jalan dan masyarakat untuk merespon kualitas udara yang tidak sehat akibat karhutla.

Dinas Pendidikan Kota Palangkaraya bahkan telah melakukan penyesuaian jam belajar, dari jam masuk pukul 07.00 menjadi pukul 08.00. Peserta didik juga diwajibkan untui menggunakan masker selama berada di lingkungan sekolah.

Pemerintah melalui BNPB telah melakukan sejumlah mitigasi mulai dari operasi pemadaman karhutla di darat maupun udara, termasuk Operasi Mofigikasi Cuaca (OMC) dan water bombing.

Sejauh ini, BNPB telah melakukan 17 OMC selama 169 hari dengan 291 sorti penerbangan, khusus untuk menangani karhutla. BNPB juga mengerahkan 10 pesawat patroli, 27 helikopter water bombing dan tiga pesawat OMC.

Dalam rapat bersama Komisi IV DPR RI pada Selasa (18/8) Menteri Kehutanan raja Juli antoni mengungkapkan pihaknya telah menindak 42 pemegang Perizinan Berusaha Pemanfaatan Hutan (PBPH) yang terkait dengan kasus karhutla dan sembilan kasus pidana.

Sembilan kasus pidana itu antara lain 4 kasus yang sudah penetapan tersangka, 2 kasus dalam tahap penyidikan, 1 kasus menunggu P-21, dan 2 kasus dalam proses lidik. Tren pelanggaran yang ditemukan oleh Kemenhut antara lain adanaya bekas terbakar di dalam area PBPH, dan tinggi muka air tanah lebih dari 40 cm di bawah permukaan lahan gmabut.

Leave a Reply