Semarangkita.id – Palangkaraya, Kalimnatan Tnegah, diselimuti asap pekat berwarna orange akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla), (14/10/2026).
Langit yang berwarna jingga dan udara yang dipenuhi asap menjadi gambaran kondisi yang harus dihadapi warga. Di tengah terbatasnya jarak pandang, aktivitas sehari-hari tetap berlangsung, sementara paparan asap berisiko mengganggu kesehatan.
Dalam 3 hari terakhir (11-13 Oktober) di balik langit oranye, ada warga yang terus berjuang untuk menjalani hari dan menghirup udara yang layak.
“3 bulan sudah kita menjlani “new normal” ini. Tetap gunakan masker dalam melakukan kegiatan, udara sangat berbahaya yang setiap hari kian memburuk,” salah satu cuitan warga Palangkaraya di Media Sosial.
Sementara itu, salah satu pengguna media sosial thread juga mengunggah video tentang kondisi Palangkaraya yang memperlihatkan kondisi lingkungan rumahnya yang sudah terselimuti asap, bhakan matahari sudah tidak terlihat, Rabu Siang, pukul 11.04 WIB, (14/10/2026).
“Ya Allah, benarkah ini masih di bumi astagfirullah hal adzim, matahari tidak ada sama sekali,” ujar pemiliki akun firda_6697 dalam unggahannya.













