Fenomena Downgrade “In This Economy” Viral Di Media Sosial

Fenomena Downgrade "In This Economy" Viral Di Media Sosial
SEREMBAN 25 April 2024 - PENGGUNA membeli sayur-sayuran di sebuah pasar raya di Seremban baru-baru ini.-UTUSAN/MOHD. SHAHJEHAN MAAMIN.

Semarangkita.id – Istilah “In this economy” belakangan kerap diperbincangkan di media sosial. In this economy ini untuk menggambarkan sesorang harus berpikir lebih panjang sebelum membeli sesuatu. Bukan karena tidak ingin memiliki barang yang bagus, akan tetapi karena kondisi ekonomi membuat kebutuhan dan kemampuan finansial harus menjadi pertimbangan utama. Mulai dari beralih kendaraan umum untuk mobilitas, mengganti produk kebutuhan dengan harga yang lebih murah, sampai ‘downgrade’ jabatan dan gaji di lingkungan kerja.

Pergeseran Pola Belanja

In this economy, fenomena ini memperlihatkan adanya perubahan dalam cara mengatur pengeluaran pada sebagian masyarakat. Perubahan ini dikenal sebagai fenomena downgrading, yaitu ketika konsumen beralih ke barang dan layanan dengan alternatif harga yang lebih murah.

Fenomena ini juga menunjukkan bahwa definisi “barang bagus” mulai berubah. Produk yang dianggap menarik bukan hanya yang memiliki merek terkenal, tetapi juga yang memiliki harga masuk akal dan dapat digunakan dalam jangka panjang.Fenomena Downgrading ini juga bukan semata pilihan gaya hidup , melainkan respon rasional rumah tangga terhadap ketidakpastian ekonomi.

Dalam teori ekonomi menurut Dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Gadjah Mada, Wisnu Setiadi Nugroho, fenomena ini lebih dikenal sebagai consumtion smoothing, yaitu upaya rumah tangga menjaga konumsi inti tetap relatif stabil dengan mengorbankan konsumsi yang lebih fleksibel. Ia menilai masyarakat melakukan penyesuaian karena ruang pilihan dalam mengatur pengeluaran kian terbatas.

Faktor Yang Mempengaruhi Downgrading

Pertama, pendapatan riil yang stagnan di tengah kenaikan harga kebutuhan dasar seperti pangan, pendidikan, dan energi. Kondisi ini membuat kemampuan belanja rumah tangga menyusut, sementara nominal pendapatan tidak berubah.

Kedua, adanya ekspetasi ekonomi yang menurun. Selain karena kemam[uan keuangan yang berkurang, Wisnu menilai masyarakat juga menahan konsumsi karena muncul kekhawatiran terhadap kondisi ekonomi di masa mendatang termasuk keamanan pekerjaan.

Leave a Reply