Semarangkita.id – Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Tokyo mempertemukan dua oarang utan asal Kalimantan, Jennifer dan Hayato. Bagaikan menyatukan dua hati lintas negara, KBRI Tokyo menyambut ke dua orang utan tersebut dalam acara khusus “orangutan Jennifer dan Hayato Unveiling Ceremony” yang digelar di Kebun Binatang Tobe Zoo, Prefektur Ehime, Jepang, Sabtu (6/6). Pertemuan ini merupakan bagian dari program kerja sama konservasi internasional untuk mendukung pelestarian dan pengembangbiakan orang utan yang terancam punah (Critically Endangered).
Jennifer, orangutan betina yang didatangkan langsung dari Taman Safari Indonesia, merupakan bagian dari International Collaborative Breeding Loan Program. Sementara itu, Hayato adalah orangutan jantan berusia 15 tahun yang lahir di Jepang dan menjadi kebanggaan Tobe Zoo. Jennifer sendiri diketahui memiliki usia yang sama dengan Hayato.
Layaknya sebuah perayaan besar yang penuh suka cita, momen”resepsi” ini turut dihadiri oleh Gubernur Prefektur Ehime, Bapak Tokihiro Nakamura, jajaran pejabat setempat, serta perwakilan KBRI Tokyo.
Duta Besar Indonesia untuk Jepang, Nurmala Kartini P. Sjahrir, menegaskan bahwa program ini adalah bukti nyata kolaborasi internasional dalam mendukung upaya konservasi. “Kegiatan ini menjadi simbol kerja sama konservasi satwa liar kedua negara, sekaligus mempererat persahabatan melalui edukasi lingkungan dan pengenalan keanekaragaman hayati Indonesia,” ujar Dubes Kartini dalam sambutan yang dibacakan Kehutanan KBRI Tokyo Ima Yudin Rayaningtyas, Minggu (7/6).
Gubernur Prefektur Ehime, Tokihiro Nakamura, menyampaikan apresiasi mendalam kepada Pemerintah Indonesia dan Taman Safari Indonesia. Ia berkomitmen untuk memastikan Jennifer mendapatkan perawatan terbaik agar dapat beradaptasi dengan Hayato.
“Kami berharap Jennifer dan Hayato dapat hidup sehat dan pada saatnya nanti berkontribusi pada keberhasilan pengembangbiakan orangutan,” kata Nakamura













