di Semarangkita – KENDAL — Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Negeri Semarang (UNNES) menggelar kegiatan pengabdian masyarakat bertajuk “Peningkatan Literasi Lingkungan Siswa dalam Mendukung Budaya Ramah Lingkungan” di SMP Negeri 2 Cepiring, Kecamatan Kangkung, Kabupaten Kendal, Sabtu (18/7/2026). Tim pengabdi diketuai oleh Abdul Jabbar, S.Si., M.Ling. dengan anggota Prof. Dr. Parmin, M.Pd., Risa Dwita Hardianti, M.Pd., Ayu Rahayu, M.Pd., dan Dr. Andin Vita Amalia, M.Sc.
Kegiatan yang didanai oleh LPPM UNNES ini diikuti oleh 160 siswa kelas VII. Rangkaian acara dimulai pukul 09.00 WIB dengan sambutan Ketua Tim Pengabdi, Abdul Jabbar serta Kepala SMPN 2 Cepiring, Musoziyah, S.Pd., M.Pd.
Dalam sesi materi, Ayu Rahayu menyampaikan pentingnya kesadaran lingkungan sejak dini. Ia menekankan bahwa isu sampah bukan sekadar persoalan kebersihan, tetapi juga berkaitan dengan kesehatan dan keberlanjutan hidup. Abdul Jabbar kemudian memberikan materi tentang pengelolaan sampah berkelanjutan, memperkenalkan konsep pemilahan sampah organik dan anorganik, serta praktik sederhana yang bisa dilakukan siswa di rumah maupun sekolah.
Sesi terakhir dipandu oleh Risa Dwita Hardianti yang mengajak siswa berdiskusi dan membuat poster bertema pengelolaan sampah. Dua siswa terpilih dari masing-masing kelompok mempresentasikan poster mereka di depan peserta lain. Poster yang ditampilkan menyoroti pentingnya memilah sampah sejak dini dan mengurangi penggunaan plastik sekali pakai.

Kepala SMPN 2 Cepiring, Musoziyah, menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan tersebut. Menurutnya, program ini memberikan pengalaman baru yang sangat bermanfaat bagi siswa.
“Kegiatan ini memberikan hal baru sehingga anak-anak lebih mengenal lingkungan dan belajar memilah sampah. Semoga terus berlanjut sehingga sekolah menjadi peduli lingkungan sesuai dengan visi sekolah,” ujarnya.
Antusiasme siswa tampak sepanjang kegiatan berlangsung. Salah satu peserta, Iqbal Setiawan, mengaku memperoleh banyak pengetahuan baru mengenai pengelolaan sampah
“Acaranya menyenangkan, saya jadi lebih paham tentang cara memilah sampah. Saya juga mengajak teman-teman untuk membuang sampah pada tempatnya,” katanya.
Selain memberikan materi, tim pengabdi FMIPA UNNES juga menyerahkan tempat sampah terpilah dan media edukasi lingkungan kepada sekolah. Fasilitas ini diharapkan dapat mendukung keberlanjutan program literasi lingkungan dan menjadi sarana pembelajaran praktis bagi siswa.
Kegiatan ini tidak hanya menekankan teori, tetapi juga praktik nyata melalui kreativitas digital dan pemanfaatan ruang terbuka hijau sekolah. Dengan pendekatan tersebut, diharapkan siswa mampu meningkatkan literasi lingkungan sekaligus menumbuhkan budaya peduli lingkungan di sekolah.
Program ini menjadi bagian dari komitmen UNNES dalam mendukung pendidikan berkelanjutan dan budaya peduli lingkungan di sekolah-sekolah pesisir Kendal. Ke depan, kegiatan serupa diharapkan dapat direplikasi di sekolah lain sehingga gerakan literasi lingkungan semakin meluas dan berdampak nyata bagi masyarakat.

Lebih jauh, kegiatan ini memiliki relevansi langsung dengan Sustainable Development Goals (SDGs). Program literasi lingkungan mendukung SDG 4 (Quality Education) dengan memberikan pembelajaran kontekstual dan inklusif, serta SDG 11 (Sustainable Cities and Communities) melalui pemanfaatan ruang terbuka hijau sekolah. Edukasi pengelolaan sampah dan mitigasi perubahan iklim berkontribusi pada SDG 13 (Climate Action), sementara kesadaran siswa terhadap ekosistem pesisir dan laut mendukung SDG 14 (Life Below Water). Dengan demikian, pengabdian ini berdampak lokal sekaligus sejalan dengan agenda pembangunan global berkelanjutan.













