Semarangkita.id – Gelombang demonstrasi terjadi di berbagai wilayah Indonesia sejak awal pekan, yang dipicu kenaikan tunjangan DPR. Demonstrasi kian memanas setelah kematian Affan Kurniawan akibat dilindas kendaraan taktis Brimob pada Kamis (28/08) silam. Peristiwa itu terekam kamera warga yang langsung tersebar luas di media soisal. Jumlah korban jiwa akibat demonstrasi di Makassar bertambah menjadi empat orang. Sebanyak empat orang dilaporkan meninggal dunia, diduga akibat terjebak di dalam ruangan saat massa demonstran membakar kantor DPRD di Kota Makassar pada Jumat, (29/08) petang hingga Sabtu (30/08) dini hari.
Hingga Sabtu (30/08) sore, aksi unjuk rasa masih berlanjut di wilayah lain seperti di Bali, Surabaya, Mataram, Semarang, Cirebon, Yogyakarta, dan Jakarta. Demonstrasi di sejumlah wilayah berujung ricuh disertai pengrusakan gedung institusi dan pemerintahan. Presiden Prabowo Subianto telah memerintahkan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo dan Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto untuk mengambil langkah tegas terhadap aksi unjuk rasa yang berujung anarkis.
Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo mengatakan sejumlah aksi yang berlangsung dalam dua hari terakhir sudah mengarah ke tindakan anarkis. Bahkan, kata dia, mengarah ke tindakan pidana.
“Mulai dari pembakaran gedung, pembakaran fasilitas umum, penyerangan terhadap markas-markas, dan ada area fasilitas umum yang juga dilakukan pembakaran,” ujar Listyo, Sabtu (30/08).
Presiden Prabowo Subianto juga mengundang 16 petinggi organisasi masyarakat (ormas) Islam di rumahnya, Hambalang, Bogor, Jawa Barat. Dalam pertemuan itu, Presiden Prabowo disebut membahas tantangan kebangsaan, termasuk cara efektif menjaga situasi tetap damai dan kondusif.
Perwakilan ormas yang hadir di antaranya Muhammadiyah, Nahdlatul Ulama (NU), Dewan Da’wah Islamiyah Indonesia (DDII) hingga Majelis Ulama Indonesia (MUI).
Keluarga Besar Pelajar Islam Indonesia (PII) yang diwakili ketua umumnya, Nasrullah Larada mengatakan, Presiden Prabowo mengajak seluruh ormas Islam yang hadir bersama dengan pemerintah menjaga situasi masyarakat semakin kondusif.
