PATEBON, KENDAL – PT Pamapersada Nusantara (PAMA Group) terus memperkuat komitmennya terhadap pelestarian lingkungan melalui program rehabilitasi ekosistem pesisir. Setelah melaksanakan penanaman 2.000 bibit mangrove di kawasan pesisir Mangunharjo, Kota Semarang, pada Juni 2026, PAMA Group kini memperluas program rehabilitasi mangrove ke Kabupaten Kendal, Jawa Tengah.
Program rehabilitasi tersebut dilaksanakan di Desa Pidodokulon, Kecamatan Patebon, Kabupaten Kendal, dengan target penanaman mencapai 60.000 bibit mangrove. Dalam pelaksanaannya, PAMA Group berkolaborasi dengan Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Negeri Semarang (UNNES), Pusat Pemberdayaan Pelayanan Masyarakat Pesisir (P3MP) Kendal, serta Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Kendal.
Program ini menjadi bagian dari upaya PAMA Group untuk mendukung pemulihan ekosistem pesisir secara berkelanjutan sekaligus memperkuat kolaborasi antara dunia usaha, perguruan tinggi, pemerintah daerah, dan masyarakat dalam menjaga fungsi ekologis kawasan pesisir.
Bertahap hingga 60.000 Bibit
Pelaksanaan program penanaman di Pidodokulon dilakukan secara bertahap. Fase pertama dilaksanakan pada Agustus 2026 dengan penanaman sebanyak 10.000 bibit mangrove, kemudian dilanjutkan dengan fase kedua pada September 2026 sebanyak 10.000 bibit. Dengan demikian, hingga September 2026 telah dilaksanakan penanaman sebanyak 20.000 bibit mangrove di kawasan Pidodokulon. Program tersebut akan terus dilanjutkan hingga mencapai target keseluruhan 60.000 bibit mangrove.
Pelaksanaan secara bertahap dilakukan untuk mendukung pengelolaan kegiatan rehabilitasi yang lebih terencana, mulai dari penanaman hingga pemeliharaan dan pemantauan pertumbuhan mangrove. Pendekatan tersebut diharapkan dapat meningkatkan keberhasilan rehabilitasi sekaligus memastikan manfaat ekologis dapat dirasakan dalam jangka panjang.
Libatkan Mahasiswa Indonesia dan Malaysia
Program rehabilitasi mangrove PAMA Group di Pidodokulon juga menjadi ruang kolaborasi pendidikan dan lingkungan dengan melibatkan mahasiswa dari perguruan tinggi Indonesia dan Malaysia.
Pada kegiatan seremonial fase pertama pada Agustus 2026, FMIPA UNNES bersama mahasiswa Program Studi S1 Ilmu Lingkungan UNNES dan mahasiswa dari Universiti Malaya, Malaysia, turut melakukan penanaman sebanyak 1.000 bibit mangrove. Kolaborasi internasional tersebut kembali diperkuat pada kegiatan seremonial fase kedua pada September 2026. FMIPA UNNES bersama mahasiswa dari Universiti Teknologi MARA (UiTM), Malaysia, melakukan penanaman sebanyak 3.000 bibit mangrove.
Keterlibatan mahasiswa dalam kegiatan rehabilitasi pesisir tidak hanya menjadi bentuk partisipasi dalam aksi lingkungan, tetapi juga menjadi sarana pembelajaran langsung mengenai ekosistem mangrove, konservasi pesisir, perubahan iklim, dan pengelolaan lingkungan berkelanjutan. Kolaborasi dengan perguruan tinggi juga memberikan ruang bagi penguatan pengetahuan dan praktik berbasis ilmiah dalam mendukung keberhasilan rehabilitasi ekosistem mangrove.
Mangrove untuk Ekosistem dan Masyarakat Pesisir
Ekosistem mangrove memiliki fungsi ekologis yang penting bagi kawasan pesisir. Vegetasi mangrove dapat membantu melindungi garis pantai dari erosi pantai, menyediakan habitat dan tempat berkembang biak bagi berbagai organisme, serta berkontribusi terhadap penyimpanan karbon dalam ekosistem pesisir.
Selain manfaat ekologis, keberadaan mangrove juga memiliki keterkaitan dengan kehidupan masyarakat pesisir. Ekosistem yang sehat dapat mendukung keberlanjutan sumber daya pesisir serta memperkuat ketahanan masyarakat terhadap berbagai tekanan lingkungan. Melalui program rehabilitasi di Pidodokulon, PAMA Group tidak hanya berfokus pada jumlah bibit yang ditanam, tetapi juga mendorong terciptanya upaya pemulihan ekosistem yang dilakukan secara berkelanjutan melalui kolaborasi multipihak.
Program rehabilitasi mangrove PAMA Group di Kabupaten Kendal juga berkontribusi terhadap pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 13, SDG 14 dan SDG 15 – Life on Land serta SDG 17 – Partnerships for the Goals, melalui penguatan kolaborasi antara dunia usaha, perguruan tinggi, pemerintah daerah, organisasi masyarakat, dan mitra internasional. Program ini sekaligus memperlihatkan bahwa upaya keberlanjutan membutuhkan kolaborasi berbagai pihak. Dunia usaha memiliki peran dalam mendukung pembiayaan dan implementasi program, perguruan tinggi berkontribusi melalui pengetahuan dan keterlibatan mahasiswa, pemerintah daerah mendukung aspek kelembagaan dan lingkungan, sementara masyarakat pesisir menjadi bagian penting dalam menjaga keberlanjutan ekosistem di tingkat tapak.
Melalui target penanaman 60.000 bibit mangrove di Pidodokulon, PAMA Group terus memperluas kontribusinya dalam rehabilitasi ekosistem pesisir di Jawa Tengah. Setelah sebelumnya melaksanakan penanaman di Mangunharjo, Semarang, program di Kabupaten Kendal menjadi bagian dari kesinambungan komitmen perusahaan untuk mendukung lingkungan yang lebih sehat dan tangguh bagi masyarakat serta generasi mendatang.
