Semarangkita.id – Siapa sangka ternyata Pulau Tirang adalah cikal bakal dari Kota Semarang lho lur. Bermula pada abad ke 16 ketika Ki Ageng Pandanaran dan pengikutnya membangun pemukiman di Pulau Tirang. Sebelumnya wilayah tersebut berupa gugusan pulau kecil atau pelabuhan bernama Pragota/ Bergota.
History Pulau Tirang
Wilayah awal Semarang bawah adalah gugusan pulau-pulau kecil atau pelabuhan yang disebut dengan Pragota atau Bergota, bagian dari kerajaan Mataram Kuno. Seiring berjalannya waktu, tejadilah sedimentasi atau pengendapan lumpur yang yang berhasil mendesak garis pantai ke laut. Kemudian membentuk menjadi sebuah daratan aluvial yang menyatukan pulau-pulau kecil itu dengan daratan utama Jawa. Daratan yang terbentuk dari lumpur aluvial ini merupakan proses pengendapan lumpur Kali Kreyo, Kali Garang dan dan Kali Kripik selama ratusan tahun.
Setelah terkikis abrasi keberadaan Pulau Tirang tenggelam dan menghilang. Padahal dulunya Pulau Tirang adalah ikon wisata bahari Kota Semarang. Kini masyarakat Kota Semarang pun lebih mengenal Pulau Tirang dengan sebutan Pantai Tirang.
Peran Ki Ageng Pandanaran
Ki Ageng Pandaranan diperintahkan oleh Sultan Demak untuk menyebarkan agama Islam ke arah barat. Ia dan para pengikutnya membuka lahan di Pulau Tirang yang subur namun jarang penduduknya untuk dibangun pemukimanan, pondok pesantren dan lahan pertanian.
Asal Usul Penamaan Semarang
Di Pulau Tirang saat membuka lahan untuk pemukiman Ki Ageng Pandaran dan pengikutnya melihat pohon asem yang tumbuh subur tetapi jarak antar pohonnya sangat berjauhan atau jarang-jarang. Dari fenomena inilah kemudian muncul sebutan “Asem kang Arang” (Asem yang Jarang) yang lama kelamaan digabungkan menjadi Semarang.













