Semarangkita.id – Ditengah rintikan hujan di malam hari tak menyurutkan semangat dan antusias Sedulur Semarang untuk turut meramaikan bedah buku “Rumah” Karya JS Khairin yang berlangsung di Gramedia Setiabudi Semarang, Minggu Malam (25/1/2026).

Sebagai informasi, buku berjudul “Rumah” merupakan karya ke -18 dari sang penulis yang baru dirilis awal bulan Januari 2026. Novel ini melengkapi daftar panjang karya sukses J.S Khairin sebelumnya seperti Kami (bukan) Sarjana Kertas dan Dompet Ayah Sepatu Ibu.
Sejak sore hari terlihat peserta acara bedah buka sudah mulai berdatangan dan meramaikan Gramedia Setiabudi Semarang. Ada pengunjung yang datang dengan keluarga tercinta, sahabat atau teman. Sementara itu, peserta bedah buku mayoritas pecinta buku dan penggemar karya JS Khairin. Namun juga tak menampik ternyata ada juga yang datang karena fomo atau diajak teman lho lur.
Diantara rak-rak buku yang terpajang jejeran buku yang yang tertata rapi, terbentang karpet abu-abu yang difungsikan untuk menjadi ruang para pecinta buku untuk mendengarkan secara langsung tentang buku Rumah dari sang penulis JS Khairin. Suaranya yang menggelegar, menggebu dan penuh semangat Ia menceritakan tentang buku “Rumah”.
Ia menjelaskan alasan menulis buku “Rumah’ karena di era sekarang banyak orang yang pulang ke rumah namun tidak memiliki rumah yang sebenarnya. Ada yang merasa terusir atau ada juga yang benci dengan ayahnya. Buku Rumah bisa diartikan menjadi Sang Pencipta, Keluarga atau bahkan diri sendiri.
“Rumah ini kalau dibolak-balik katanya bisa jadi kata Rumah, Murah, dan Umrah, buku Rumah ini bisa diartikan rumah sebagai Sang Pencipta, Keluarga atau diri sendiri diri”, jelas JS Khairin saat membedah Buku Rumah di Gramedia Setiabudi, Minggu Malam (25/1/2026).
Dalam pemaparannya, Ia juga menjelaskan alasan kenapa menggunakan tokoh perempuan dewasa yang memiliki karir yang sukses dengan nama Ria.
“Tokoh Ria ini diambil dari kata Rumah yang kalau dalam bahasa Jawa rumah itu Gria, maka memakailah kata Ria itu, dan ria itu artinya bisa ceria bisa sombong, sesuai dengan karakter yang ingin saya tampilkan dalam buku Rumah”, imbuh JS Khairin.
Menariknya, seperti karya-karyanya yang sebelumnya, novel yang Ia tulis selalu dikemas dengan bahasa yang sederhana namun penuh makna. Setiap buku yang ia tulis, selalui Ia selipkan nilai-nilai religi.
Banyak peserta yang datang dengan membawa buku karya JS Khairin, untuk minta ditandatangani setelah sesi tanya jawab selesai. Tak jarang saat sesi tanda tangan buku penggemar karya JS Khairin ini mulai dari anak-anak hingga orang dewasa mendokumentasikan momen bertemu sang idola dengan gadget kesayangan mereka.











