Semarangkita.id – Belakangan ini udara di Semarang terasa lebih dingin, terutama pada malam hingga pagi hari. Kondisi ini disebut bediding, yaitu fenomena alam yang umum terjadi saat musim kemarau lur.
Mengapa Bisa Terjadi?
Fenomena bediding terjadi karena beberapa faktor atmosfer yang saling berkaitan saat musim kemarau tiba. Pada musim kemarau, intensitas hujan umumnya sangat jarang sehingga tutupan awan di langit berkurang drastis. Ketiadaan awan ini membuat panas di permukaan bumi akibat radiasi matahari dilepaskan kembali ke atmosfer berupa radiasi balik gelombang panjang secara lebih cepat dan lebih banyak.
Kurangnya curah hujan berbanding lurus dengan rendahnya kelembapan udara, yang berarti kandungan uap air di dekat permukaan bumi sangat sedikit.
Karena uap air sedikit dan langit cenderung lebih cerah dan bersih tanpa hambatan awan, panas radiasi balik gelombang panjang dari bumi langsung meluncur lepas ke atmosfer luar. Efeknya, udara di dekat permukaan bumi kehilangan “selimutnya” dan terasa jauh lebih dingin, khususnya pada malam hari hingga menjelang pagi.
Selain itu, angin Muson Timur berhembus dari Benua Austarlia menuju Benua Asia. Angin Muson Timur ini membawa udara yang lebih dingin dan lebih kering.
Dampak Bagi Kesehatan?
- Lebih rentan mengalami batuk, pilek, dan flu.
- Keluhan asma atau alregi bisa lebih mudah kambuh
- Tenggorokan dan kulit terasa lebih kering
Tips Tetap Sehat Saat Bediding
- Gunakan pakaian hangat saat pagi dan malam hari
- Minum air putih yang cukup
- ‘Konsumsi makanan bergizi seimbang
- Istirahat yang cukup dan rutin berolahraga













