Semarangkita.id – Berdasarkan informasi dari situs resmi Badan Meterologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), fenomena Hunter’s Moon atau Bulan Purnama dapat disaksikan dari Indoensia Senin (26/10/2026) malam ini.
Apa itu Hunter’s Moon?
Berdasarkan informasi dari Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), Hunter’s Moon (Bulan Purnama) adalah istilah tradisional untuk fase bulan purnama yang muncul tepat setelah Harvest Moon. Hunter’s Moon berasal dari tradisi kalender penduduk asli Amerika, Suku Algonquian dan pemukim awal Eropa. Secara historis, setelah tanaman selesai dipanen pada bulan sebelumnya, ladang-ladang menjadi bersih dan terbuka. Di bawah cahaya bulan purnama yang terang, para pemburu dapat dengan mudah berburu hewan untuk dijadikan persediaan daging sebelum musim dingin tiba.
Kapan Hunter’s Moon Dapat Diamati?
Hunter’s Moon paling baik diamati mulai pukul 20.00 WIB saat bulan sudah tinggi dan dapat dilihat dengan mata telanjang. Posisi bulan tertinggi 26 Oktober 2026 pukul 23.58 WIB.
Secara fisik, Hunter’s Moon tidak berbeda dengan bulan purnama biasa. Namun, memiliki latar belakang historis dan karakteristik unik.
Tips Mengamati Hunter’s Moon
1. Pilih lokasi dengan pandangan langit terbuka dan tanpa halangan
2. Hindari area dengan cahaya buatan yang sangat terang
3. Pastikan kondisi cuaca di lokasi pengamatan cerah dan mendukung
4. Bulan purnama aman diamati dengan mata telanjang (tanpa pelindung khusus)
Tahu enggak lur, posisi Matahari, Bulan, dan Bumi yang berada ada satu garis lurus menyebabkan gaya gravitasi gabungan yang dapat memicu fenomena Pasang Purnama. Nah adanya fenomena ini BMKG mengimbau masyarakat untuk tetap wasapada adanya potensi kenaikan kenaikan permukaan air laut (Banjir Rob) selama fase purnama.
