Jejak Peradaban Kota Semarang

Jejak peradaban Semarang

Semarangkita.id – Sebagai Ibukota Provinsi Jawa Tengah dan  sebagai kota metropolitan terbesar kelima di Indonesia, Semarang menjadi pusat penting bagi ekonomi, budaya, dan sejarah. Semarang adalah saksi bisu peristiwa penting di masa lampau, meninggalkan jejak peradaban yang kini menjadi daya tarik utama Kota Lumpia ini.

Awal Mula: Pelabuhan Pragota

Semarang berawal dari daerah pesisir bernama Pragota (sekarang Bergota) yang merupakan bagian dari Kerajaan Mataram Kuno. Menariknya, daerah yang kini menjadi pusat kota (Semarang Bawah) dulunya adalah lautan dengan gugusan pulau kecil yang kemudian menyatu akibat proses sedimentasi alami.

Kedatangan Laksamana Cheng Ho

Pada tahun 1435 M, armada Laksamana Cheng Ho bersandar di Pelabuhan Simongan. Sebagai bentuk penghormatan dan kenang-kenangan, didirikanlah sebuah kelenteng dan masjid yang kini dikenal sebagai Sam Po Kong (Gedung Batu), simbol harmoni budaya yang masih tegak hingga hari ini.

Lahirnya Nama “Semarang”

Pangeran Made Pandan (Sunan Pandanaran I) membuka lahan di perbukitan Bergota untuk menyebarkan Islam. Tanah yang subur ini secara unik menumbuhkan pohon asam yang tumbuh jarang-jarang (bahasa Jawa: asem arang), yang kemudian menjadi cikal bakal nama Semarang.

Masa Kolonialisme

Pada 1678, Mataram menggadaikan Semarang kepada VOC sebagai pelunasan hutang. Semarang pun bertransformasi menjadi pusat pemerintahan Gemeente pada 1906, menjadikannya salah satu dari tiga pelabuhan terpenting di Hindia Belanda selain Jakarta dan Surabaya.

Masa Perjuangan & Kemerdekaan

Peristiwa heroik Pertempuran Lima Hari di Semarang (15-20 Oktober 1945) menjadi bukti keberanian pemuda Semarang melawan tentara Jepang. Meski sempat diduduki kembali oleh Belanda, kedaulatan penuh akhirnya kembali ke pangkuan Ibu Pertiwi pada April 1950.

Leave a Reply