Berita  

Banjir Menghantam Sejumlah wilayah di Jawa Tengah

Semarangkita.id – Banjir dan tanah longsor melanda sejumlah wilayah di Jawa tengah sejak Jumat (9/1/2026). Berbagai titik mulai perlahan surut pada Senin (12/1/2026). Tiga Wilayah yang terdampak masif adalah Kudus, Pati, dam Jepara. Rumah-rumah terendam, ribuan warga terdampak, bahkan ada yang meninggal.

Banjir di Kabupaten Kudus mengakibatkan 14 ribu warga terdampak. Banjir dan longsor terjadi seajak Kudus diguyur hujan deras pada Jumat (9/1/2026). Hujan terjadi terus-menerus membuat debit air di sejumlah sungai meningkat dan berujung sejumlah sungai meluap. Di Kudus Banjir dirasakan 6 kecamatan yakni: Mejobo, Kota, Jekulo, Bae, Dawe dan Gebog.

Badan Penanggulangan Bencana (BPBD) Kudus mengungkapkan pada Senin (12/1/2026) 4.610 KK dan 14.437 jiwa terdampak. Setidaknya 4.668 rumah dan 120,8 hektare sawah terdampaj, serta 65 akses jalan tergenang.

Banjir Kudus mengakibatkan 3 warga tewas. BPBD Kudus juga mengabarkan , terdapat 3 orang korban jiwa. Korban pertama berinisial AW (27) merupakan warga Desa Bacin, Kecamatan  Bae, yang terseret arus sunagai pada MInggu (11/1/2026). Selain itu, ada S (45), warga Desa Menawan, Kecamatan Gebog, yang tertimpa longsor pada Minggu (11/1/2026). Korban ketiga adalah ankan berinisial INU (5) yang hanyut di Desa Karangbener, Kecamatan Bae, pada Minggu (11/1/2026) sore.

Banjir di Pati mengakibatkan puluhan desa terendam. Pada senin (12/1/2026) BPBD Pati melaporkan bahwa wilayah terdampak banjir adalah 59 desa di 15 kecamatan. Wilayah Pati yang terdampak diantaranya adalah Pati Kota. Wedarijaksa, Margoyoso, Tayu, Dukuhseti, Tlogowungu, Margorejo, Tambakromo, Gabus, Winong, Batangan, Juwana, Pucakwangi, Jakenan, dan Sukolilo. Warga-warga di area terdampak pun turut mengungsi ke tempat aman.

Banjir di Jepara juga mengakibatkan ribuan warga terdampak terdapat 6.783 warga atau 2.136 KK yang terdampak di Jepara.Kecamatan di Jepara yang terdampak yakni, Keling, Donorojo, Kalinyamatan, Nalumsari, Mayang, Bangsri, Tahunan, dan Kembang.

Bupati Jepara, Witiarso Utomo mengungkapkan lokasi terparah ada di Kecamatan Keling. Banjir dan longsor mengakibatkan jalan terputus. BPBD Jepara melaporkan telah terjadi 17 peristiwa banjir, 18 tanah longsor dan 24 persitiwa angin kencang. Akibatnya 49 rumah rusak. 3009 hektare sawah terendam, 3 orang luka-luka, dan belasan warga mengungsi.

Exit mobile version