Berita  

Ramadan Fest 2026 Jadi Ajang Pameran Produk-Produk UMKM Jateng

Ramadan fest 2026

Semarangkita.id – Dharma Wanita Persatuan (DWP) Provinsi Jawa Tengah kembali menggelar “Ramadan Fest 2026”, di halaman Grhadika Bhakti Praja, 5-6 Maret 2026. Ajang itu menjadi wadah promosi produk UMKM lokal sekaligus momentum menguatkan kepedulian sosial dan lingkungan di bulan suci.

Ketua DWP Provinsi Jawa Tengah, Indah Sumarno, mengatakan bazar Ramadan melibatkan seluruh DWP badan dinas dan instansi di lingkungan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah. Berbagai produk unggulan dipasarkan, mulai dari beras, telur, ayam, hingga produk pertanian dan olahan lainnya, dengan harga terjangkau. Panitia berharap kegiatan ini membawa keberkahan bagi pelaku usaha, pengunjung, dan seluruh pihak yang terlibat.

“Bazar ini menjadi upaya mendorong pertumbuhan ekonomi, khususnya bagi pelaku UMKM di lingkungan kami. Harapannya tidak hanya berdampak pada organisasi, tetapi juga meningkatkan perekonomian keluarga anggota,” ujarnya, saat pembukaan Ramadan Fest, Kamis (5/3/2026)

Selain bazar, DWP juga menyalurkan bingkisan Lebaran kepada janda ASN yang membutuhkan, serta lansia nonpanti binaan DWP sebagai bentuk kepedulian sosial.

Indah berharap seluruh peserta bazar menjaga kualitas produk, kebersihan, dan kenyamanan area kegiatan, agar pengunjung merasa aman dan nyaman saat berbelanja. Dia juga memastikan kegiatan terbuka untuk pengunjung umum.

Ditambahkan, ajang tersebut juga sebagai kampanye meminimalisasi Food Waste. Indah mengungkapkan, pengelolaan sampah rumah tangga dapat dimulai dari langkah sederhana, seperti memilah sampah organik dan nonorganik.

“Sampah organik dapat diolah menjadi kompos menggunakan komposter atau metode lubang tanah sederhana, sedangkan sampah nonorganik memiliki nilai ekonomi jika dikelola dengan baik,” urainya.

Sementara itu, Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Tengah, Sumarno, mengapresiasi konsistensi DWP dalam memfasilitasi promosi UMKM setiap Ramadan. Menurutnya, kegiatan tersebut efektif mempertemukan pelaku usaha dengan calon pembeli, sekaligus membantu masyarakat memenuhi kebutuhan jelang Hari Raya.

“Ini bagian memfasilitasi UMKM untuk menyajikan produknya agar bisa bertemu calon pembeli. Selain itu, bazar ini juga membantu teman-teman di sekitar kantor Setda Jateng memenuhi kebutuhan Ramadan, dan menyambut hari raya,” katanya

Dalam kesempatan itu, Sumarno juga mengingatkan pentingnya menjaga semangat ibadah hingga akhir Ramadan. Dia mengajak masyarakat tidak menyia-nyiakan kesempatan yang telah diberikan untuk kembali bertemu bulan suci.

Selain itu, Sumarno menyoroti persoalan darurat sampah di Jawa Tengah. Saat ini, 18 kabupaten/ kota disebut telah terkena sanksi, karena masih menerapkan sistem pembuangan terbuka (open dumping).

Oleh karenanya, Sumarno mengingatkan agar masyarakat tidak membuang sampah sembarangan. Dia mewanti-wanti ketidakpedulian akan sampah, dapat merugikan orang lain, memicu banjir, dan menimbulkan bau tidak sedap.

“Sampah tidak bisa lagi hanya dikumpulkan dan ditumpuk di TPA. Harus ada pengolahan. Perlu kepedulian bersama, karena dampaknya bukan hanya lingkungan, tetapi juga bernilai moral dan keagamaan,” pungkasnya. (Pd/Ul, Diskomdigi Jateng)