Semarangkita.id – Respon kontravesi Presiden Prabowo Subianto dalam menanggapi nilai tukar rupiah terhadap dolar yang melemah. Dalam sambutannya Prabowo membuat sebuah pernyataan bahwa masyarakat di pedesaan tidak menggunakan mata uang asing atau dalam kehidupan sehari-hari sehingga tidak berdampak ke ketahanan pangan, harga pangan tetap stabil.
Prabowo menilai kondisi ketahanan ekonomi Indonesia tetap terjaga dengan baik bahkan relatif stabil, terutama pada sektor pangan dan energi.
“Rupiah begini, rupiah begini, apa? Eh, dolar begini. Orang rakyat di desa enggak pakai dolar kok, iya kan? Pangan aman, energi aman, ya. Banyak negara panik, Indonesia masih oke,” ujar Prabowo.
Meskipun masyarakat pedesaan tidak bertransaksi langsung memakai dolar, tapi barang-barang seperti pupuk, bahan bakar minyak, pakan ternak, obat-obatan, mesin pertanian, bahkan sebagian bahan pangan sangat dipengaruhi oleh kurs dolar. Salah satu contoh yang membuktikkan bahwa dolar naik akan berpengaruh ke perkenomian Indonesia yaitu ada sebuah cuitan dari Chef Arnold di X bahwa Ia harus menaikan harga jual makanannya karena bahan yang Ia gunakan harus diimpor dari Luar Negeri, dan saat ini karena dolar naik maka ada kenaikan harga.
Untuk diketahui, pelemahan nilai tukar rupiah yang menembus level Rp17.600 per US$1 pada Jumat (15/05) mulai memunculkan kekhawatiran terhadap kenaikan harga barang dan daya beli masyarakat.
Dampak Rupiah Melemah
1. Harga BBM berpotensi naik sehingga biaya tranportasi jadi lebih mahal
2. Harga kebutuhan pokok naik
3. Biaya produksi petani dan nelayan meningkat
4. Pendapatan menjadi tidak seimbang karena daya beli masyarakat menurun












