Komunitas Iling Project dan PT. PAMA Kolaborasi Hijaukan Pesisir Semarang

tanam mangrove pesisir semarang

Semarangkita.id – Semarang, Sabtu pagi itu, 21 Juni 2025, pantai Mangunharjo tak seperti biasanya. Ratusan tangan muda berlumuran lumpur, menanam harapan satu per satu. Sebanyak 7.000 bibit mangrove ditanam dengan hati-hati di pesisir yang becek, seolah menyemai masa depan yang lebih hijau untuk Semarang.

Kegiatan yang dimulai pukul 07.00 WIB ini bukan sekadar seremonial belaka. Di balik aksi kolektif 151 mahasiswa Ilmu Lingkungan Universitas Negeri Semarang dari Komunitas Iling Project, terdapat komitmen serius dari dunia korporat. PT Pamapersada Nusantara (PAMA), kontraktor pertambangan raksasa Indonesia, memotori program ini lewat skema Corporate Social Responsibility mereka.

PAMA tertarik berkolaborasi karena empat alasan mendasar: komitmen keberlanjutan lingkungan, perlindungan ekosistem pesisir yang rapuh, pelibatan generasi muda sebagai agen perubahan, dan pemenuhan tanggung jawab sosial perusahaan. Pilihan waktu pasca Hari Lingkungan Hidup Sedunia 5 Juni bukanlah kebetulan hal ini juga momentum untuk menerjemahkan semangat “Mageri Segoro”, sebagai program strategis Pemprov Jawa Tengah, menjadi aksi nyata.

Lokasi di Jl. Mangkang Wetan-Mangunharjo, Kecamatan Tugu, dipilih strategis. Kawasan ini menghadapi ancaman serius: abrasi yang menggerus garis pantai, pencemaran yang merusak ekosistem, dan perubahan iklim yang kian tak terprediksi. Mangrove hadir sebagai benteng terakhir penjaga alami dari terjangan gelombang dan intrusi air laut yang mengancam rumah-rumah penduduk.

Komunitas Iling Project merencanakan prograTanama mangrom ini berkelanjutan. Pemantauan rutin setiap tiga bulan dilakukan untuk memastikan pertumbuhan mangrove optimal. Evaluasi dampak ekologis berkala menjadi kunci memaksimalkan fungsi mangrove sebagai penangkap karbon. Yang tak kalah penting: melibatkan masyarakat pesisir dalam perawatan dan pengawasan area penanaman.

Para mahasiswa menunjukkan antusiasme luar biasa. Energi positif mengalir di lapangan. Gotong royong dan kepedulian lingkungan berpadu menciptakan atmosfer yang menginspirasi. Dukungan teknis, logistik, dan moral dari PAMA terasa langsung, bahkan perwakilan perusahaan turun tangan bersama para mahasiswa.

Penanaman 7.000 bibit mangrove di Mangunharjo bukan sekadar simbol. Ini adalah langkah konkret menjaga kelestarian pesisir, bukti bahwa sinergi komunitas, akademisi, dan korporat dapat melahirkan perubahan nyata, serta mendukung pencapaian SDGs. Harapannya: lebih banyak pihak terinspirasi untuk ikut menyemai masa depan yang lebih hijau dan lestari.