Semarangkita.id – BMKG Stasiun Meteorologi Ahmad Yani Semarang menyatakan abu vulkanik erupsi Gunung Anak Krakatau belum terdeteksi di permukaan Kota Semarang, Senin (7/9/2026). Kesimpulan itu diperoleh melalui paper test atau pengujian untuk melihat ada tidaknya material abu yang mengendap. Dari pengamatan yang dilakukan di Semarang, hasil pengujian menunjukkan negatif abu vulkanik. Kondisi ini menjadi pembeda antara material yang terpantau di atmosfer dengan abu vulkani yang benar-benar turun dan mengendap di permukaan.
Pemantauan tidak hanya dilakukan di Semarang. BMKG juga melakukan paper test di sejumlah wilayah Jawa Tengah termasuk Tegal dan Cilacap, dan hasil pengamatan yang dilaporkan juga menunjukkan negatif atau putih ditempatkan di area terbuka untuk menangkap material yang turun dari udara. Material yang terkumpul kemudian diperiksa untuk mengetahui apakah terdapat indikasi abu vulkanik.
Meski belum terdeteksi di permukaan Semarang, kondisi atmosfer tetap dipantau karena sebaran material vulkanik dapat berubah mengikuti arah dan kecepatan angin, serta pengamatan langsung di permukaan untuk melihat perkembangan sebaran material vulkanik.
