Semarangkita.id – Upaya menjaga keberlangsungan Elang Jawa memasuki babk baru. Pelaksanaan penyusunan Strategi dan Rencana Aksi Konservasi (SRAK) Elang Jawa periode 2026 – 2036 menjadi langkah yang konkret untuk menyelamatkan spesies yang satu ini.
Konsultasu publik di Semarang merupakan rangkaian kedua setelah pelaksanaan KP wilayah barat di Bandung pada 31 Juli- 1 Agustus 2026 lalu, sekaligus tindak lanjut dari pelaksanaan konsinyasi penyusunan SRAK 2026-2036 di Bogor seminggu sebelumnya.
Kegiatan tersebut diselneggarakan oleh Lacak Jejak Elang Jawa berkolaborasi dengan Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Kementerian Kehutanan wilayah setempat, PILI-Green Network Raptor Indonesia, Burung Indonesia, dan Bakti Lingkungan Djarum Foundation (BLDF).
Pembaruan SRAK diperlukan karena strategi sebelumnya telah berakhir pada 2022. Sementara itu, tekanan terhadap habitat elang jawa terus berkembang.
SRAK 2026-2036 diarahkan untuk memperkuat perlindungan habitat, pemantauan populasi berbasis sains, penguatan kelembagaan, penitipan prioritas nasional serta multipihak.
Konsultasi publik dilakukan dengan pendekatan betnag habitat dan kolaborasi regional di Bandung, semarang dan Bali. Oleh karena itu, konsultasi publik tidak hanya dilakukan berdasarkan batas administratif, tetapi dibagi dalam tiga wilayah yang mewakili bentang utama sebaran Elang Jawa.
Bandung menjadi reprsentasi wilayah barat yang mencakup Banten, DKI Jakarta dan Jawa Barat. Semarang mewakili wilayah tengah, yakni Jawa Tengah dan DI Yogyakarta. Sementara Bali menjadi simpul konsultasi wilayah timur yang menghimpun masukan dari Jawa Timur dan Bali
Semarang jadi Ruang Kolaborasi
Di Semarang, pembahasan tidak hanya menyasar substansi dokumen SRAK. Forum juga menjadi ruang untuk menghimpun masukan dari berbagai pihak sekaligus memperkuat konservasi yang berbasis sains.
Pelibatan publik kemudian diperluas melalui side event yang menyasar generasi muda di Jawa Tengah dan Yogyakarta. Kegiatan tersebut dirancang dalam format yang lebih informal, dimulai dari nonton bareng film tentang elang jawa dan dilanjutkan dengan diskusi interaktif.
Dalam forum tersebut BLDF berbagi pengalaman konservasi di Gunung Muria, pentingnya perlindungan habitat hutan, serta peran sektor swasta dalam mendukung konservasi melalui kolaborasi dan pelibatan generasi muda. Menjaga elang Jawa berarti menjaga habitat hutannya
