Menulusuri Jejak Masa Lalu Tanjakan Gombel Semarang

sejarah tanjakan gombel semarang

Semarangkita.id – Pada tahun 1909, Dr. W.T. de Vogel mengusulkan pengembangan Semarang selatan karena wilayah utara sudah terlalu padat. Rencana ini sempat ditentang masyarakat Tionghoa karena wilayah Gunung Jabalkat yang saat ini Bukit Gombel merupakan area pemakaman sakral. Sebagai jalan tengah, Mr. Baron van Heeckeren membatasi penggunaan lahan hanya untuk kerabat dekat yang sudah dimakamkan di sana (kini kawasan Kedungmudu). Proyek ini akhirnya tetap berjalan dengan alasan pemenuhan kebutuhan pemukiman warga.

Mungkin banyak yang merasa bingung atau tidak terbiasa melihat Jalan Gombel Baru dijadikan dua arah akibat penutupan Gombel lama pad atahun 2026. Tapi, ternyata sistem dua arah ini bukan yang baru loh lur. Sejak dibangunnya Gombel Baru tahun 1933 membuat Gombel Baru dan Lama menjadi satu arah. Namun karena Gombel Lama sering longsor sehingga tidak menjadi jalan utama. Sebelum dibangun Jalan tol Semarang ABC pada tahun 1978, Gombel Baru merupakan jalur utama dua arah karena saat itu jalan diperlebar. Lantas, semua kendaraan mulai dari motor, bus dan trukbesar arah Solo/ Jogja dan sebaliknya, harus lewat Gombel Baru karena belum ada pilihan jalan lain yang layak termasuk Gombel Lama.

Sama seperti kejadian tahun 1978 dan periode sebelumnya, jalur Gombel Lama harus ditutup karena kondisi tanah perbukitan yang butuh perbaikan serius supaya tidak membahayakan. Meski sekarang volume kendaraan lebih tinggi sehingga menyebabkan kemacetan karena jumlah kendaraan sudah jauh lebih banyak, momen ini jadi pengingat kalau dari dulu Gombel Baru selalu jadi penyelamat saat jalur utama lainnya sedang diperbaiki.

Exit mobile version