Semarangkita.id – Mahasiswa KKN UNNES GIAT 7 mengadakan Praktik pembuatan sabun cuci piring kepada anggota TP PKK Desa Pomah Kecamatan Tulung, Kabupaten Klaten.
UNNES GIAT merupakan program yang diselenggarakan oleh LPPM UNNES. Kegiatan ini bertujuan untuk mengajarkan mahasiswa nilai-nilai kemasyarakatan dengan cara turut serta terjun dan tinggal bersama masyarakat. Desa yang dipilih adalah desa yang sesuai dengan mitra kerja sama UNNES GIAT itu sendiri.
Praktik pembuatan sabun cuci piring ini dilaksanakan pada hari Senin 8 Januari 2024 yang bertempat di Gedung Pertemuan PKK. Kegiatan tersebut diawali dengan pengenalan alat dan bahan yang digunakan. Selanjutnya penjelasan kegunaan bahan sekaligus proses pembuatan sabun cuci piring.
Adapun bahan pembuat sabun cuci piring yang dikenalkan yaitu Texapon 1 kg (untuk mengangkat lemak dan kotoran), Garam Halus 1 kg (sebagai pengental sabun), Emal Needle (untuk menghasilkan busa), Bibit Parfum 35 mL (sebagai pengharum sabun), Anti Bakteri 10 mL, dan Pewarna Hijau.
lebih lanjut, Mahasiswa UNNES Giat 7 mangajak ibu PKK turut serta membuat sabun cuci piring sesuai prosedur yang telah dijelaskan. Mahasiswa UNNES Giat 7 memantau dan mendampingi ibu-ibu PKK selama proses pembuatan untuk meminimalisir kesalahan.
Kegiatan Praktik pembuatan sabun cuci ini mendapatkan respon positif dari ibu-ibu PKK Desa Pomah. Mereka berharap pembuatan sabun cuci ini bisa menjadi ide produk kreatif dan bisa menambahah UMKM di Desa Pomah.
“Menurut saya sendiri dengan apa yang sudah disampaikan oleh Kakak KKN tadi berkaitan dengan pembuatan sabun cuci piring sangat inspiratif dan harapan kedepannya semoga kami PKK bisa menjadikannya sebagai ide produk kreatif sehingga bisa dijadikan penambahan UMKM di wilayah Desa kami”, ujar Tri Rahayu, salah satu peserta.
Melalui kegiatan pemberdayaan pembuatan sabun cuci piring yang dilakukan oleh Mahasiswa KKN UNNES GIAT 7 kepada Ibu PKK Desa Pomah telah menunjukan sinergi yang luar biasa. Keberhasilan inisiatif ini tidak hanya menciptakan produk yang bernilai ekonomis, tetapi juga memperkuat ikatan sosial dan kebersamaan di antara masyarakat. Hal itu sesuai dengan tagline UNNES GIAT 7 yaitu “Bersama UNNES GIAT 7, Membangun Indonesia dari Desa”.